Tanggal 31 Mei 2011. Kata orang hari tanpa asap rokok sedunia. Banyak blogger, dimana-mana menulis topik ini. Dan sudah bisa ditebak, setiap ada tema-tema menyangkut perayaan hari hari seperti ini, rata-rata muncul tulisan puja puji. dan diagung agungkan,, terlalu
Lalu bagaimana dengan saya?
Ini yang menjadi masalah.berat bagi saya
Saya mengganti kalimatnya menjadi Hari Wajib Merokok Sedunia.
Jangan hiraukan hari-harimau seperti itu.
Alasan?
Setahu saya, perayaan hari hari itu hanya slogan. Untuk jargon. Branding bagi penggagasnya. Tidak ada bedanya dengan satu truk hari hari lainnya. Tapi benarkah slogan hari bebas rokok itu akan membebaskan dunia dari asap rokok?
Meski banyak yang mengutuk rokok, tapi juga sangat banyak para pengkritik keberadaan rokok yang lugu. cupu dan beloon Kenapa lugu?
Karena melihat persoalan dengan satu mata.
ROKOK, hanya satu kata.
Tapi ditangan seorang pengamat, peneliti, pengkaji, satu kata ROKOK bisa mengurai kehidupan. Bisa mengurai jejaring kebudayaan dunia. Mulai dari nasib petani tembakau, pabrik rokok, para karyawan pabrik rokok, tim marketing, biro-biro advertising, ribuan tenaga ahli kedokteran tentang bahaya rokok, ratusan LSM peduli kesehatan anti rokok, dan seterusnya. Ini jejaring laba-laba dibidang sosial ekonomi.
Bayangkan kalu saya satu hari sahaja berhenti merokok, maka ada satu orang karyawan pabrik rokok
yang terancam di PHK, kerana dalam satu hari saya menghabiskan dua sampai tigs bunkus rokok, yang nilainya lebih besar dari gajih harian karyawan pabrik rokok.
Sementara secara psikologis, rokok telah melahirkan para inspirator dunia dimana-mana. Mereka menulis buku legendaris dengan ditemani asap rokok. Para orator menyihir para pendengarnya saat mereka bersabda sambil merokok. Kata-katanya memukau seiring tarikan nafasnya menghela asap rokok. seorang networking bisnis mereka presentasi sambil merokok.
Begitu juga dalam citra diri. Sebatang rokok bisa mensugesti seorang remaja merasa berarti. Merasa eksis dalam percaturan pergaulan sebaya. Dalam dunia percintaan, para remaja menekan ketidakberdayaan psikologisnya melalui rokok. Dengan kata lain, rokok bagi mereka sebagai katarsis biaya rendah. Apalagi bagi penderita kalut dan stress (ketimbang mengkomsumsi obat penenang).
Dan lain-lain ….
Tapi bukankah merokok bisa menyebabkan kanker, serangan jantung, impotensi, dan gangguan kehamilan dan janin?
Kenapa harus rokok. Minum air putih terlalu banyak juga bisa menyebabkan perut kembung, muntah, mencret, diare, dan seterusnya. Makan nasi putih terlalu banyak bisa menyebabkan nafas sesak, mulut bau nasi, pengeluaran membengkak, dan makan ayam gorengpun bisa menyebabkan kematian kalau makannya sambil duduk ditengah jalan tol dan seterusnya. Taat buta beragama juga bisa menyebabkan otak tumpul, fanatik, radikal, dan ujung-ujungnya menjadi teroris. Gandrung menjadi pemimpin juga bisa menyebabkan sesorang menjadi public firgur, sumber gosip, menjadi politikus, dan ujung-ujungnya gandrung korupsi. Dan lain lain dan seterusnya.
Karena tulisan ini baru BAB I, yaitu bagian Pengantar Penelitian, maka cukup dinyatakan bahwa:
Yang terpenting menurut saya adalah:
Pembinaan kesadaran.
Kenapa harus merokok.
Kapan sebaiknya merokok.
Lalu dimana sebaiknya merokok.
Jika sudah batuk dan deman, ya berhentilah merokok.Jika sedang tidur jangan merokok, Jika isteri lagi hamil, ya jangan merokok dalam kamar. Jika lagi duduk dalam bus umum, ya janganlah merokok. Lihat kiri kanan. Jika dompet hanya untuk bayar hutang, ya pikir-pikirlah untuk merokok. Jika tidak nikmat rasanya merokok, ya untuk apa merokok. Tapi jika nikmat dan membuat perasaan enjoy, ya kenapa harus berhenti merokok. Jika sebungkus rokok bisa melahirkan sebuah karya kreatif, ya kenapa berhenti merokok. Jika yang malarang merokok adalah orang yang tidak pernah merokok, yang tidak pernah merasakan dan memahami artinya rokok secara lebih luas, ya untuk apa didengarkan nasehatnya.
Dengan kata lain,
Yang maha penting adalah pemahaman, kesadaran. Bukan slogan. Slogan tak akan membawa manusia kemana-mana, selain hanya untuk kempanye dan menambah kalender merah pada suatu bangsa.
Dan yang terakhir, saya menulis ini sambil merokok.
SELAMAT MEMPERINGATI HARI MEROKOK, SEDUNIA

0 komentar:
Posting Komentar